bukan salah jakarta…
Saturday, May 6th, 2006antara jakarta dan malamnya, tak pernah ada sedikit kata, ataupun secarik kertas berisi tanda. Tidak secangkir kopi pun tersentuh, bibir berlapis gincu, dan tidak selangkahpun trotoar terinjak. tidakpun kerlip lampunya menyapa, tidakpun hentakan soul menggerakkan tubuh, hanya ada luka di dalam saya, yang membuat saya melihatnya gelap… luka tepat di syaraf saya yang membuat jaringan syaraf di dalam hati saya menyampaikan rasa ngilu, membuat mata saya yang lelah sulit terpejam, dan membuat jakarta begitu menyesakkan…